Ada jenis perjalanan yang mengharuskan kita bangun ketika sebagian besar orang masih tidur. Bukan karena ada penerbangan pagi atau harus mengejar jadwal tertentu, tetapi karena ingin melihat beberapa menit pertama ketika matahari muncul dari balik cakrawala.
Di Lombok, salah satu tempat yang menarik untuk pengalaman seperti itu adalah Bukit Merese di kawasan Mandalika. Bukit ini berada tidak jauh dari Pantai Tanjung Aan dan menawarkan pemandangan laut serta perbukitan dari ketinggian. Bukit Merese memang lebih sering dikenal sebagai tempat menikmati sunset, tetapi suasana paginya juga menjadi alasan wisatawan datang lebih awal.
Masalahnya, mengejar sunrise memang sedikit berbeda dengan perjalanan wisata biasa. Kalau ingin sampai ketika langit mulai berubah warna, perjalanan harus dimulai saat jalanan masih gelap dan sebagian besar tempat makan belum buka. Di sinilah transportasi menjadi bagian penting dari rencana perjalanan.
Berangkat Saat Lombok Masih Gelap
Bayangkan alarm berbunyi sekitar pukul empat pagi.
Kondisi hotel masih tenang. Jalan di luar jendela juga belum terlalu ramai. Setelah bersiap, kamu turun menuju mobil yang sudah disiapkan sejak malam sebelumnya. Tidak ada banyak tujuan yang perlu dipikirkan pagi itu. Hanya satu: sampai di Bukit Merese sebelum matahari benar-benar muncul.
Perjalanan menuju kawasan selatan Lombok terasa berbeda ketika dilakukan sepagi itu. Tidak ada suasana pantai yang ramai, tidak banyak kendaraan wisatawan, dan udara pagi masih terasa cukup sejuk.
Justru perjalanan seperti ini yang membuat pengalaman mengejar sunrise terasa lebih menarik. Kita tidak hanya datang ketika matahari sudah tinggi, tetapi ikut menikmati perubahan suasana dari gelap menuju terang.
Untuk perjalanan seperti ini, sewa mobil Lombok bisa menjadi pilihan yang praktis karena keberangkatan dapat disesuaikan dengan waktu sunrise dan lokasi penginapan. Kamu tidak perlu menunggu transportasi berikutnya atau menyesuaikan perjalanan dengan jadwal yang belum tentu cocok.
Kenapa Bukit Merese Cocok untuk Menikmati Sunrise?
Bukit Merese merupakan kawasan perbukitan di sekitar Tanjung Aan, Lombok Tengah. Dari atasnya, wisatawan dapat melihat garis pantai dan laut yang luas. Kawasan Mandalika sendiri memang memiliki beberapa destinasi yang berdekatan, termasuk Tanjung Aan dan Bukit Merese.
Yang menarik bukan hanya pemandangan ketika matahari muncul.
Suasana sebelum sunrise justru punya daya tarik sendiri.
Langit masih berwarna gelap kebiruan. Perlahan warna tersebut mulai berubah menjadi lebih terang. Siluet bukit dan garis pantai yang sebelumnya hampir tidak terlihat mulai muncul sedikit demi sedikit.
Kemudian cahaya pertama datang.
Tidak langsung terang. Warnanya berubah secara perlahan, dan kalau cuaca mendukung, permukaan laut mulai mendapatkan pantulan cahaya pagi.
Momen seperti ini tidak membutuhkan banyak aktivitas. Duduk di atas bukit sambil menikmati pemandangan sudah cukup.
Jangan Datang Terlalu Pas dengan Waktu Sunrise
Kalau memang tujuan utamanya adalah sunrise, jangan menghitung perjalanan dengan cara “matahari terbit pukul sekian, berarti berangkat pukul sekian”.
Lebih aman memberikan waktu tambahan.
Ada kemungkinan perjalanan lebih lambat dari perkiraan, ada waktu untuk mencari area parkir, dan dari area kendaraan masih perlu berjalan kaki menuju bagian atas bukit. Beberapa panduan lokal menyebut akses menuju bagian atas Bukit Merese relatif singkat, sekitar 10–20 menit berjalan kaki tergantung titik awal dan kondisi perjalanan.
Jadi, daripada tiba tepat ketika matahari sudah muncul, lebih baik datang sedikit lebih awal.
Lagipula, bagian paling menarik dari sunrise sering kali justru terjadi beberapa menit sebelum matahari terlihat.
Langit mulai berubah warna, udara masih dingin, dan suasana di sekitar terasa jauh lebih tenang.
Sewa Mobil Lombok Membuat Waktu Lebih Fleksibel
Untuk mengejar sunrise, waktu keberangkatan menjadi sangat penting.
Kalau menggunakan rental mobil Lombok, perjalanan bisa disesuaikan dengan lokasi tempat menginap. Misalnya menginap di Kuta Mandalika, perjalanan menuju Bukit Merese relatif singkat karena keduanya berada di kawasan Lombok Selatan.
Kalau menginap di wilayah lain, tentu waktu perjalanan perlu diperhitungkan lebih panjang.
Karena itu, jangan hanya melihat jarak di peta. Perhatikan juga waktu tempuh, kondisi jalan, dan waktu yang dibutuhkan untuk berjalan dari area parkir menuju bukit.
Dengan mobil, kamu juga punya fleksibilitas setelah sunrise selesai.
Tidak harus langsung kembali ke hotel.
Kalau masih pagi, perjalanan bisa dilanjutkan menuju Tanjung Aan untuk menikmati suasana pantai. Setelah itu baru mencari sarapan atau kembali ke penginapan untuk beristirahat.
Satu perjalanan bisa terasa lebih lengkap tanpa harus membuat itinerary yang terlalu padat.
Setelah Sunrise, Lanjut ke Tanjung Aan
Salah satu keuntungan memilih Bukit Merese sebagai tujuan pagi adalah lokasinya yang berdekatan dengan Tanjung Aan.
Jadi setelah matahari mulai tinggi, tidak perlu langsung meninggalkan kawasan tersebut.
Turun dari bukit, kemudian lanjutkan perjalanan menuju pantai.
Tanjung Aan menawarkan suasana yang berbeda. Kalau di atas bukit kita mendapatkan pemandangan dari ketinggian, di pantai kita bisa menikmati laut dari dekat. Kawasan Tanjung Aan sendiri juga termasuk salah satu destinasi yang berada di sekitar Mandalika.
Pagi hari bisa menjadi waktu yang menyenangkan untuk berjalan di tepi pantai sebelum aktivitas wisata mulai ramai.
Tidak perlu buru-buru mencari destinasi berikutnya.
Nikmati saja sarapan, kopi, atau waktu santai sebelum melanjutkan perjalanan.
Kalau Ingin Lebih Bebas, Pilih Lepas Kunci
Bagi wisatawan yang terbiasa mengemudi sendiri, sewa mobil Lombok lepas kunci bisa memberikan keleluasaan lebih besar.
Terutama kalau itinerary memang dibuat untuk mengejar waktu-waktu tertentu seperti sunrise.
Kamu bisa menentukan sendiri kapan harus berangkat, kapan ingin berhenti, dan destinasi mana yang ingin dikunjungi setelahnya.
Misalnya setelah Bukit Merese dan Tanjung Aan, perjalanan dilanjutkan ke Kuta Mandalika. Kalau masih ingin eksplor, bisa mencari tempat makan atau destinasi lain di sekitar Lombok Selatan.
Namun, pilihan lepas kunci tentu harus disesuaikan dengan kemampuan berkendara dan kenyamanan masing-masing. Kalau belum familiar dengan jalan Lombok, terutama ketika berangkat sebelum matahari terbit, menggunakan mobil dengan driver juga bisa menjadi alternatif yang lebih santai.
Sewa Mobil dengan Driver untuk Perjalanan Pagi
Ada juga tipe wisatawan yang tidak ingin repot mengemudi ketika masih pagi.
Wajar.
Bangun sebelum subuh saja sudah membutuhkan tenaga. Kalau setelah itu masih harus fokus mengemudi dalam kondisi gelap, perjalanan bisa terasa lebih melelahkan.
Dalam kondisi seperti ini, sewa mobil Lombok dengan driver bisa menjadi pilihan.
Kamu tinggal menentukan lokasi penjemputan dan tujuan. Setelah itu, waktu perjalanan bisa digunakan untuk beristirahat.
Untuk wisatawan yang baru pertama kali datang ke Lombok, pilihan ini juga bisa terasa lebih praktis karena tidak perlu terlalu memikirkan rute menuju kawasan Mandalika.
Yang penting, pastikan waktu penjemputan sudah disepakati sejak awal. Untuk mengejar sunrise, keterlambatan beberapa puluh menit saja bisa membuat pengalaman yang direncanakan berubah.
Siapkan Barang dari Malam Sebelumnya
Ada satu tips sederhana yang sering terlupakan.
Jangan menunggu pagi untuk menyiapkan semuanya.
Kalau harus bangun pukul empat, sebaiknya tas sudah selesai sejak malam. Kamera atau handphone sudah terisi, jaket sudah disiapkan, air minum sudah tersedia, dan pakaian sudah diletakkan di tempat yang mudah diambil.
Dengan begitu, ketika alarm berbunyi kamu tidak perlu mencari barang ke sana kemari.
Bawa juga alas kaki yang nyaman karena perjalanan menuju bagian atas bukit tetap membutuhkan jalan kaki.
Untuk sunrise, senter kecil atau lampu dari handphone juga bisa membantu ketika kondisi masih gelap. Tetap perhatikan pijakan dan jangan berjalan terlalu dekat dengan tepi bukit.
Keindahan pemandangan tetap harus diimbangi dengan keselamatan.
Jangan Terlalu Bergantung pada Perkiraan Cuaca
Sunrise tidak selalu berjalan sesuai foto yang kita lihat di internet.
Kadang langit cerah dan warna matahari terlihat sempurna.
Kadang awan cukup tebal.
Bahkan bisa saja pagi itu mendung sehingga matahari tidak terlihat jelas.
Hal tersebut merupakan bagian dari perjalanan alam. Jadi jangan membuat ekspektasi bahwa setiap kali datang, hasilnya pasti seperti foto yang ada di media sosial.
Kalau langit sedikit berawan, bukan berarti perjalanan gagal.
Bukit, laut, dan suasana pagi tetap bisa dinikmati.
Justru salah satu hal menarik dari perjalanan ke tempat seperti ini adalah kita tidak pernah benar-benar tahu seperti apa pemandangan yang akan didapat sampai tiba di lokasi.
Waktu yang Tepat Bukan Hanya Soal Sunrise
Ketika orang berbicara tentang sunrise, biasanya fokusnya hanya pada jam matahari terbit.
Padahal pengalaman yang sebenarnya dimulai jauh sebelumnya.
Perjalanan dari penginapan, suasana jalan yang masih sepi, udara pagi, berjalan menuju bukit, kemudian duduk menunggu langit berubah warna—semuanya merupakan bagian dari perjalanan.
Itulah kenapa transportasi menjadi penting.
Dengan kendaraan yang sudah disiapkan sebelumnya, kamu tidak perlu menghabiskan waktu pagi untuk mencari kendaraan secara mendadak.
Cukup bangun, bersiap, lalu berangkat.
Untuk pilihan kendaraan dan layanan perjalanan di Lombok, kamu bisa melihat informasi sewa mobil Lombok dan menyesuaikannya dengan kebutuhan perjalanan.
Bukit Merese Bisa Jadi Awal Perjalanan Seharian
Kalau hanya datang ke Bukit Merese untuk sunrise, mungkin perjalanan selesai ketika pagi baru dimulai.
Padahal kawasan sekitarnya masih bisa dijelajahi.
Setelah sunrise, kamu bisa turun menuju Tanjung Aan, mencari sarapan, kemudian melanjutkan perjalanan ke Kuta Mandalika. Kalau waktunya masih cukup, perjalanan bisa diteruskan menuju destinasi lain di Lombok Selatan.
Mandalika sendiri memiliki beberapa destinasi wisata yang saling berdekatan, sehingga kawasan ini cukup nyaman dijadikan satu rangkaian perjalanan. Indonesia Travel juga mencantumkan Tanjung Aan, Kuta, Gerupuk, Serenting, Seger, dan Bukit Merese sebagai bagian dari daya tarik wisata di kawasan Mandalika.
Untuk referensi tambahan mengenai kawasan tersebut, kamu bisa melihat panduan resmi Mandalika dan destinasi wisatanya di Indonesia Travel.
Dengan begitu, satu kali perjalanan pagi tidak hanya menghasilkan foto sunrise, tetapi juga bisa menjadi awal untuk menjelajahi Lombok Selatan lebih jauh.
Perjalanan yang Dimulai Sebelum Matahari Terbit
Pada akhirnya, mengejar sunrise di Bukit Merese bukan sekadar soal melihat matahari muncul dari balik laut.
Ada pengalaman kecil yang terjadi sebelum itu.
Alarm yang berbunyi ketika suasana hotel masih gelap. Jalanan yang masih sepi. Perjalanan menuju selatan Lombok dengan lampu kendaraan sebagai penerang. Kemudian perlahan langit mulai berubah dan perjalanan berakhir di atas sebuah bukit dengan pemandangan laut yang terbuka luas.
Momen seperti itu yang membuat perjalanan terasa berbeda.
Dan kalau transportasinya sudah dipersiapkan dengan baik, kita bisa lebih fokus menikmati perjalanan tanpa terlalu sibuk memikirkan bagaimana cara sampai ke lokasi.
Jadi, kalau suatu hari ingin mencoba pengalaman catch sunrise di Bukit Merese, jangan hanya menyiapkan kamera.
Siapkan juga kendaraan, waktu keberangkatan, pakaian yang nyaman, air minum, dan sedikit ruang untuk menikmati perjalanan tanpa terburu-buru.
Karena bisa jadi, bagian yang paling berkesan bukan hanya ketika matahari akhirnya muncul.
Melainkan perjalanan menuju ke sana.

